BUBARKAN DENSUS 88?????

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

Segala puji hanya milik Alloh semata, yang selalu melimpahkan nikmat-Nya kepada kita semua. Salawat dan salam semoga selalu tercurah kepada pemimpin besar kita Muhammad Rasulullah saw.

Alloh SWT berfirman
Qs. Al Maidah (5) ayat 8)
Artinya: Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu Jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. dan bertakwalah kepada Allah, Sesungguhnya Allah Maha mengetahui apa yang kamu kerjakan. (Qs. Al Maidah (5) ayat 8)

Betapa berbuat keadilan itu suatu hal yang amat penting, karena ternyata berbuat adil berkaitan erat dengan ketakwaan seseorang. Jika seseorang mampu berbuat adil kepada siapapun maka dengan keadilan itu akan menghantarkan seseorang kepada derajat yang amat terpuji di sisi Alloh SWT, yaitu derajat ketakwaaan. Dalam surat Al Maidah (5) ayat 8 dijelaskan bahwa kita harus mampu berlaku adil meskipun kepada kaum atau kelompok atau orang yang tidak kita sukai. Betapa beratnya berbuat adil kepada orang yang tidak kita sukai namun apapun itu kondisinya keadilan harus ditegakkan.

Continue reading

Posted in Artikel | Leave a comment

MUS’AB BIN UMAIR DUTA ISLAM YANG PERTAMA

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

Ada dua periode yang dilalui oleh Rasulullah dan para sahabat dalam menunaikan tugas d’wah dan jihad untuk menegakkan Dinul Islam. Dua periode itu adalah periode Mekah dan periode Madinah. Masing – masing dari periode ini mempunyai karakteristiknya sendiri – sendiri.

Alloh SWT berfriman:

وَاذْكُرُ‌وا إِذْ أَنتُمْ قَلِيلٌ مُّسْتَضْعَفُونَ فِي الْأَرْ‌ضِ تَخَافُونَ أَن يَتَخَطَّفَكُمُ النَّاسُ فَآوَاكُمْ وَأَيَّدَكُم بِنَصْرِ‌هِ وَرَ‌زَقَكُم مِّنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُ‌ونَ

Artinya: “Dan ingatlah (hai para muhajirin) ketika kamu masih berjumlah sedikit, lagi tertindas di muka bumi (Mekah), kamu takut orang-orang (Mekah) akan menculik kamu, Maka Allah memberi kamu tempat menetap (Madinah) dan dijadikan-Nya kamu Kuat dengan pertolongan-Nya dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur”. (Qs. Al Anfaal (8) ayat 26)

Ayat ini menjelaskan secara global tentang kondisi periode Mekah dan periode Madinah. Kondisi umat Islam di Mekah adalah umat yang minoritas dan tertindas. Mereka selalu dalam keadaan ketakutan, tidak tenang dan jiwa mereka selalu terancam. Ini semua disebabkan, karena ketika awal da’wah Rasulullah saw di kota Mekah, yang berkuasa adalah sistem Jahiliyah. Rasulullah memulai berda’wah di kota Mekah berhadapan orang – orang yang ideologi dan budayanya adalah jahiliyah.

Continue reading

Posted in Artikel | 1 Comment

MARI TAMPILKAN ISLAM DENGAN PENUH KASIH SAYANG

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

 

Alloh SWT berfirman:

ثُمَّ كَانَ مِنَ الَّذِينَ آمَنُوا وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ‌ وَتَوَاصَوْا بِالْمَرْ‌حَمَةِ

أُولَـٰئِكَ أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ

 

Artinya: “Dan dia (Tidak pula) termasuk orang-orang yang beriman dan saling berpesan untuk bersabar dan saling berpesan untuk berkasih sayang. Mereka (orang-orang yang beriman dan saling berpesan itu) adalah golongan kanan”. (Qs. Al Balad (90) ayat 17 – 18)

Alloh SWT menjelaskan tentang salah satu sifat yang utama orang yang beriman adalah orang – orang mengerjakan amal shalih dan senantiasa memberi nasihat untuk bersabar atas gangguan orang lain serta berpesan untuk saling mengasihi, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits Rasulullah saw:

“Orang – orang yang penuh kasih akan selalu dikasihi oleh Rabb Yang Maha pemurah. Kasihilah orang – orang yang ada di muka bumi ini, niscaya kalian akan dikasihi Rabb yang ada di langit”.

Saudaraku…..

Jika kita mendengar kata agama kasih, tebarkan kasih sayang, maka yang terbayang dalam benak kita adalah itu agama Nashrani. Mereka membuat citra agamanya selalu menebarkan kasih sayang. Ada kasih melanda Indonesia, kasih melanda Jakarta, dan slogan – slogan lainnya. Begitu juga pada saat kita mendengar kekerasan, bom, teror, maka yang terbayang itu adalah agama Islam. Dan begitulah opini yang mendominasi hari ini.

Continue reading

Posted in Artikel | Leave a comment

BUKAN GARIS KERAS TAPI GARIS LURUS

بِسْمِ اللَّـهِ الرَّ‌حْمَـٰنِ الرَّ‌حِيمِ

Alloh SWT berfirman:

حُرِّ‌مَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنزِيرِ‌ وَمَا أُهِلَّ لِغَيْرِ‌ اللَّـهِ بِهِ وَالْمُنْخَنِقَةُ وَالْمَوْقُوذَةُ وَالْمُتَرَ‌دِّيَةُ وَالنَّطِيحَةُ وَمَا أَكَلَ السَّبُعُ إِلَّا مَا ذَكَّيْتُمْ وَمَا ذُبِحَ عَلَى النُّصُبِ وَأَن تَسْتَقْسِمُوا بِالْأَزْلَامِ ۚ ذَٰلِكُمْ فِسْقٌ ۗ الْيَوْمَ يَئِسَ الَّذِينَ كَفَرُ‌وا مِن دِينِكُمْ فَلَا تَخْشَوْهُمْ وَاخْشَوْنِ ۚ الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَ‌ضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا ۚ فَمَنِ اضْطُرَّ‌ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ‌ مُتَجَانِفٍ لِّإِثْمٍ ۙ فَإِنَّ اللَّـهَ غَفُورٌ‌ رَّ‌حِيمٌ

Artinya: ‘Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi, (daging hewan) yang disembelih atas nama selain Allah, yang tercekik, yang terpukul, yang jatuh, yang ditanduk, dan diterkam binatang buas, kecuali yang sempat kamu menyembelihnya, dan (diharamkan bagimu) yang disembelih untuk berhala. dan (diharamkan juga) mengundi nasib dengan anak panah, (mengundi nasib dengan anak panah itu) adalah kefasikan. pada hari ini orang-orang kafir Telah putus asa untuk (mengalahkan) agamamu, sebab itu janganlah kamu takut kepada mereka dan takutlah kepada-Ku. pada hari Ini Telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan Telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barang siapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”.(Qs. Al Maidah (5) ayat 3)

  Continue reading

Posted in Artikel | Leave a comment